ini kisah lama,saat aku masih berseragam SMA. Bisa dibilang in pengakuan dosa,sedikit dari sekian banyak dosaku.
Ku mulai dari pergaulan bersama teman yang bermacam karakter. Ada yang religius,gila gedget, ada yang biasa saja, dan ada pula yang "gila".
Dari bermacam karakter itu tentunya mempunyai dampak yang beermacam pula. Dan saya hanya akan cerita dampak buruknya saja.
Di mulai dari tidak memperhatikan pelajaran di kelas, karena sibuk dengan main game terbaru,order basmi virus,minta game dan aplikasi,serta fitur2 hp lainnya. Semua itu ku lakukan bersama mas boy yang dulunya masih cupu soal hp dan jadi hinaan sodara wowok tapi sekarang (pada waktu itu) jadi master mister boy. Inilah permulaan kisahku mengenal dampak negatif dari teknologi.
- Menyebuyikan file
Berawal dari banyaknya kasus penyitaan hp oleh guru BP(pak supra dan pak nasir maaf saya dulu mengakali anda) gara-gara film porno yang ada di hp para siswa,mulailah otak berpikir bagaimana caranya file tetap ada tanpa menghapus dan hp tidak disita,di sinilah mas boy jadi pelopor. Dan aku belajar banyak darinya.
- Menyebar virus
Mas boy juga berperan besar,dengan modal komputer tetangga mulailah memanipulasi virus dan kemudian menyebarkannya ke hp teman2 dengan tujuan mendapat keuntungan,singkat crita saya yg menginfeksi saya juga yg memvaksin lalu dapat komisi. Dalam hal ini patut berterima kasih pada rizqi indra karena telah merelakan 7610nya jadi klinci percobaan dan akhirnya hp itupun tumbang.
Itu adalah dampak teknisnya,dampak moralnya saya sedikit tergoda dengan yang namanya pornografi,seperti manusia lainnya yang memiliki syahwat nafsu dan ada sedikit cerita menarik.
Kala itu saya bersama seorang teman dengan perasaan dag dig dug ingin tau untuk kali pertama (entah teman saya) menonton video porno di kamar mandi,di dalam kamar mandi mulailah kami memutar video tersebut,namun karena keluguaan saya pada saat itu bukanya menikmati adegan yang tersaji tapi malah bingung tkut dan akhirnya tak sempat melihat dan hanya mendengar saja sudah gugup lalu mematikan ponsel tersebut. Dan akhirnya sampai sekarang ada sesuatu yang menjagaku,mengendalikan nafsuku dari hal itu.Untuk pembaca bisa ambil sendiri pesan moral dari ceerita luguku ini. Dan satu lagi akibat terlalu sering tak memperhatikan pelajaran nilaiku sempat hancur pada semester awal kelas XI.
untuk para guru pesan saya jangan gaptek,mulailah peduli dengan kemajuan teknologi. Apabila melakukan razia ponsel2 anak SMA pak guru yang benar2 mencari dengan baik.jangan terkecoh dengan nama file ataupun format file,karna dulu kami sering menghiden atau merubah format file vidio menjadi format lain agar tak bisa dibuka oleh media player yang ada.
Demikian tulisan saya(tak terformat dengan baik karena saya sedang mengantuk setelah semalaman bekerja),semoga beerguna